Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Saturday, April 4, 2015

Hujan Malam Minggu

Malam minggu gaizz!
Gue jadi kepikiran sama puisi yang pernah gue baca, judulnya Hujan Bulan Juni. Emang apasih istimewanya hujan bulan juni? Yang gue tau sih para jones lebih seneng hujan malam minggu. Tul gak?
Jadi kali ini gue akan mendaur ulang puisi untuk front jones se-Indonesia. Yeay~

*yang orang normal lihat

Hujan Bulan Juni

Pengarang: Sapardi Djoko Damono

Tak ada yang lebih tabah
Dari hujan bulan juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
Kepada pohon berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak
Dari hujan bulan juni
Dihapusnya jejak-jejak kakinya
Yang ragu-ragu di jalan itu

Tak ada yang lebih arif
Dari hujan bulan juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan
Diserap akar pohon bunga itu
~

*yang para jones lihat

Hujan Malam Minggu

Pengarang: TS

Tak ada yang lebih indah
Dari hujan malam minggu
Doa nista terijabah
Fakir asmara bereuforia

Tak ada yang lebih bijak
Dari hujan malam minggu
Dihapusnya nelangsa sesaat
Bagi kaum jomblo abadi

Tak ada yang lebih mengerti
Dari hujan malam minggu
Diturunkannya murka durjana
Kepada insan yang berpasangan
~

Hahaha oke fix maksa banget kalimatnya, jujur gue gak bisa ngebayangin senengnya hujan pas malam minggu karena gue bukan seorang jones :v

Garisbawah: sebenernya puisi hujan bulan juni ini maknanya dalem banget, tentang perasaan yang tak tersampaikan. Kayak gue..
Hmmm..

Saturday, November 29, 2014

Puisi Cinta Matematika

Lanjutan dari post sebelumnya..

Kitchen of Mathematics Education (KOMET)
Dari : Hamba Allah
Untuk : Danti Saputri # komet16

Ketika aku bersua dengan eksponen jiwamu,
sinus cosinus hatiku bergetar menbelah rasa,
diagonal-diagonal ruang hatimu
bersentuhan dengan diagonal hatiku

Kemana harus kucari modulus vektor hatimu!
Dengan besaran apakah harus kunyatakan cintaku?
Kulihat variabel dimatamu yang indah bagaikan 2 elipsoid.
Hidung mu bagaikan asimptot-asimptot hiperbola,
kulihat grafik cosinus dimulutmu.

Kujalanin tiap barisan geometri yang tak hingga jumlahnya,
tiap barisan aritmatika yang tak terhitung cintaku
Dan pada akhirnya kutemui determinasi matriks hatimu,
tepat saat jarum panjang dan pendek berimpit
pada pukul 10.54 6/11

Monday, October 20, 2014

Surat Cinta Matematika

Halo pemirsahh! gue balik lagi nih. Gue mau cerita sedikit mengenai asal usul surat ini. Jangan kira ini surat dari pangeran idaman gue atau dari cowok yang beneran nembak gue. Apalagi kalo ngira gue yang buat ini, itu bener-bener kesalahan yang sangat salah.
Menjelang lebaran idul fitri, kami (sebenernya gue gak ikutan posting soal -_-) sekumpulan admin fanspage Kitchen of Mathematics Education (KOMET) menyelenggarakan event dimana pemenangnya nanti harus membuat surat/puisi cinta matematika kepada salah satu admin sebelum mengambil hadiahnya. Nah, sampai sini udah tau kan asal usul surat ini. Dari sini gue dapet 1 surat dan 1 puisi. Surat ini dikirim sama salah satu pemenang, tapi gue gak akan nulis namanya disini.

Dari : Hamba Allah
Untuk : Danti Saputri # komet16

Aku bukanlah pujangga, yg bisa men-KOMBINATORIK kata-kata indah hingga menjadi puisi. Bukan juga orang yg romantis, yang men-KOMBINASI-kan perasaan dan bunga. Aku hnya ingin kau mengerti, kita seperti TRIGONOMETRI, yg jika ada Aku, maka harus ada Kamu, lalu Cinta.Mengertilah, cintaku kepadamu seperti Limit, yg akan terus naik dan bertambah, mencapai tak terhingga. Bagiku, kamu adalah angka 1, yaitu MOTHER OF NUMBER atau nomor yg sangat penting.
Cintaku se-INTEGRAL-nya hanya untuk kamu, dan tdk bisa dibagi walau dengan KETERBAGIAN dan MODULO sekalipun. Walaupun kutahu, mungkin PROBABILITAS kau membaca suratku ini hanyalah sedikit bahkan mendekati 0, tapi itu tak men-DIFERENSIALKAN niat ku menulis surat ini. Kuharap, cinta kita adalah tan90 = tak terhingga.

Wihh, keren dan so sweet kan? Beri applause dong buat Hamba Allah *prokprokprok*
Pingin deh gue dibuatin surat kayak gini sama dia... #hayoodiasiapa?? :D